Sinau Bareng dengan Desa Gedangan Mojowarno Jombang Transaksi Non Tunai

Dalam upaya menggalakkan transaksi non tunai di wilayahnya, Desa Pulosari mengadakan acara “Sinau Desa” yang melibatkan kolaborasi dengan Desa Gedangan Mojowarno Jombang. Acara tersebut dihadiri oleh kepala desa, sekretaris desa, bendahara, dan pendamping desa dari kedua belah pihak.

Acara ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Transaksi non tunai dianggap sebagai langkah progresif dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi keuangan sehari-hari.

Kepala Desa Pulosari, Nefi Ufus Solikah, mengungkapkan, “Kami berkomitmen untuk mendorong kemajuan ekonomi dan teknologi di desa kami. Dengan adanya sinergi antara Desa Pulosari dan Gedangan Mojowarno, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang manfaat transaksi non tunai serta memberikan pembelajaran praktis dalam penggunaannya.”

Sementara itu, Kepala Desa Gedangan Mojowarno, menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. “Melalui sinergi ini, kami berharap dapat meningkatkan inklusi keuangan di desa-desa kami. Transaksi non tunai tidak hanya memudahkan, tetapi juga meningkatkan keamanan dalam bertransaksi, yang sangat penting di era digital seperti sekarang.”

Acara “Sinau Desa” ini diisi dengan sesi pembelajaran langsung tentang cara melakukan transaksi non tunai, baik melalui perbankan maupun layanan pembayaran digital. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung transaksi non tunai dengan bimbingan Sekdes dan Bendahara Desa Pulosari.

Diperkirakan, melalui kolaborasi seperti ini, akan terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan transaksi non tunai di kedua desa tersebut, serta memberikan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Suasana Shlolad Idul Fitri di Masjid Darusalam Pulosari Bareng Jombang

Pulosari, Jombang – Atmosfer kegembiraan menyelimuti Masjid Darusalam Pulosari, Jombang, Suasana Shlolad Idul Fitri bersama warga. Dengan penuh semangat, Suasana Shlolad turut serta dalam rangkaian kegiatan keagamaan, menghadirkan nuansa kehangatan dan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat.

Safi’i Arif Dalam sambutannya, Sussana Shlolad menyampaikan harapannya agar Idul Fitri tahun ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta memperkuat rasa persaudaraan. “Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan, mempererat hubungan, dan memperkokoh persatuan,” ucapnya dengan penuh kehangatan.

Acara yang dihadiri oleh puluhan warga tersebut juga disemarakkan dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti ceramah agama, pembacaan doa bersama, serta takbir keliling di sekitar lingkungan masjid. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika warga dari berbagai lapisan masyarakat bergandengan tangan, menyambut datangnya hari yang fitri ini.

Kehadiran Sussana Shlolad di Masjid Darusalam Pulosari, Jombang, pada hari raya Idul Fitri ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berkontribusi dalam mempererat persatuan dan kesatuan, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian dalam bingkai keagamaan. Semangatnya dalam menyatukan hati-hati warga di tengah-tengah perayaan ini sungguh membangkitkan semangat kebersamaan dan persatuan di kalangan masyarakat.

Tanah Ambles di Dusun Sumber Lamong Desa Sambirejo, Kec.Wonosalam, Kab. Jombang

Telah terjadi, sebuah kejadian alam yang mengkhawatirkan telah terjadi di Dusun Sumber Lamong Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Sebagian area di desa tersebut dilaporkan mengalami amblesan tanah yang cukup signifikan, menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak yang lebih besar.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh sejumlah warga yang merasa getaran dan melihat pergeseran tanah di sekitar wilayah tersebut sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat bersamaan dengan hujan deras. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevaluasi situasi.

Menurut saksi mata, amblesan tanah terjadi secara tiba-tiba, menimbulkan rasa panik di antara penduduk setempat. Beberapa bangunan rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat peristiwa ini, meskipun belum ada laporan resmi tentang korban jiwa atau luka-luka.

Kepala BPBD Jombang, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi tanah dan potensi bahaya lebih lanjut. Evakuasi sementara telah dilakukan terhadap beberapa warga yang rumahnya terdampak langsung oleh amblesan tanah.


Pemerintah setempat juga telah mengirimkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk melakukan pemetaan lebih lanjut terhadap wilayah yang rawan ambles. Sementara itu, warga sekitar diminta untuk tetap waspada dan bersiap mengungsi apabila diperlukan.

Penyebab pasti dari amblesan tanah ini masih dalam penyelidikan. Namun, sejumlah faktor seperti curah hujan yang tinggi belakangan ini dan struktur geologi daerah tersebut diduga menjadi penyebab utama kejadian ini.

Saat ini, pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan lebih lanjut terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.

Kami akan terus memperbarui informasi seiring berjalannya evakuasi dan penanganan darurat di Desa Sambirejo, Wonosalam, Jombang. Semoga tidak ada korban lebih lanjut akibat peristiwa ini, dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama bagi seluruh penduduk.

DESA PULOSARI MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL

 

Pulosari, 27 Desember 2023

Desa Pulosari terus memperkuat warisan budaya lokalnya dengan menggelar pelatihan campursari yang rutin dilaksanakan setiap minggu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paguyupan Campursari Lestrai Budoyo yang dipimpin oleh Ibu Kepala Desa Pulosari.

Paguyupan Campursari Lestrai Budoyo telah menjadi wadah yang sangat berarti dalam pelestarian seni dan budaya tradisional di Desa Pulosari. Dengan didukung oleh kepemimpinan yang visioner dari Ibu Kepala Desa, kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan kekayaan seni budaya kepada masyarakat luas.

Setiap minggu, warga Desa Pulosari berkumpul untuk mengikuti pelatihan campursari yang diadakan di aula desa. Kegiatan ini melibatkan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, dengan tujuan untuk mewariskan dan memperkenalkan musik campursari sebagai bagian dari identitas budaya desa.

Ibu Kepala Desa Pulosari, [Nama], menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya, tetapi juga sebagai upaya memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara warga desa. “Campursari bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang kebersamaan dan kecintaan kita terhadap warisan nenek moyang. Ini adalah bentuk nyata bagaimana kami merawat dan memperkaya budaya kita sendiri,” ujarnya.

Selain pelatihan, Paguyupan Campursari Lestrai Budoyo juga aktif dalam menggelar pertunjukan dan acara seni budaya di berbagai tempat. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan seni campursari Desa Pulosari kepada masyarakat luar dan membangun apresiasi terhadap kekayaan budaya yang dimiliki.

Kegiatan ini telah mendapat dukungan positif dari masyarakat setempat, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. Diharapkan, melalui pelatihan dan kegiatan seni budaya ini, Desa Pulosari dapat terus menjadi pusat kegiatan budaya yang membanggakan dan mampu menjaga identitasnya di tengah pesatnya perkembangan zaman.

KE ELOKAN TERSEMBUNYI GOA NGESONG DI DESA PULOSARI

Ke Elokan Tersembunyi Goa Ngesong di Desa Pulosari

Hari ini 5.307 pengunjung Website Desa Pulosari sejak 3 September 2015 sudah mewarnai duniya maya baik yang memberikan tanggapan komentar maupun sekedar melihat karya tulis maupun media informasi yang di buat PemDes Pulosari hari ini pula mulai berdatangan untuk membuktikan ke elokan panorama Desa Wisata Yang di gagas Desa Pulosari , Candi Arimbi yang indah dipandang dengan relip relipnya yang konon membawa mistis bagi penduduk pulosari,kehadiran goa atau Curukan Ngesong konon curukan yang berjumlah dua ini saling berhubungan dan keterkaitan ditambah kilau Grojokan Parang Ondo serta deretan Parang Dhowo yang sangat indah dan memanjakan mata kita tuk melihat, bagi pengunjung akan di dampingngi seorang pemandu sekaligus Danton Linmas Desa Pulosari yang santun (sebut saja Taram) mulai berdatangan dari kalangan wisatawan, pejabat, media, pelajar dan mahasiswa juga budayawan, semoga pulosari menjadi Desa Wisata alternatif kunjungan di kabupaten Jombang. BARENG, (kabarjombang.com) – Wana wisata alam nan elok, Goa Ngesong, yang berada di bukit antara Dusun Pulosari dan Sumbermulyo, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, merupakan potensi wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungia Wana wisata masih alami yang berada di selatan Candi Arimbi ini, menurut Kepala Dusun (Kasun) Pulosari, Widji, ditemukan warga saat mencari rumput untuk kebutuhan makan hewan ternaknya, belum lama ini. “Kalau berdasarkan karakter Goa, mungkin lebih pas dinamakan curukan, karena kurang besar,” katanya di lokasi Goa tersebut. Uniknya, kondisi goa yang berada di aliran sungai Sumber Bengawan (Sumber Watumayung), di bawah Gunung Anjasmoro ini, menembus bukit, yakni bibir goa menghadap ke barat dan timur. “Makanya dinamakan Ngesong, bahasa Jawa yang artinya tembus. Sayangnya, goa yang menghadap ke barat ditutup batu besar,” papar Widji. Konon, lanjutnya, goa tersebut merupakan sarang kirik (anjing) kikik, yakni hewan pemangsa manusia, dan digunakan hal-hal mistis. Agar anjing tersebut tidak keluar, sekitar kedalaman 4 meter dari bibir goa yang menghadap ke barat tersebut, ditutup dengan sebongkah batu besar oleh seorang yang sakti mandraguna. Hinggi kini, batu tersebut masih tampak menonjol diantara dinding goa. Sementara pintu Goa Ngesong, diyakini berada di bagian barat atau menghadap ke timur. Posisi ini berlawanan dengan pintu Candi Arimbi yang menghadap ke barat. “Konon, posisi ini melambangkan bentuk syukur orang-orang terdahulu. Secara geologi, kemungkinan besar goa ini ada kaitannya dengan Candi Arimbi,” paparnya. Untuk mencapai goa yang tertutup oleh batu besar dari pintu Goa Ngesong, hanya bisa ditempuh memutar menyusuri bibir sungai dengan berjalan kaki. Namun, para pengunjung diharap ekstra hati-hati, sebab saat musim penghujan, jalanan tersebut licin.

Letih menyusuri bibir sungai, seakan hilang oleh keelokan hamparan sawah terasiring. Ditambah, dengan eloknya Grojokan Parangondo. Gemericik airnya membawa pesona asri dan nyaman, khas pegunungan. Disamping itu, hamparan hutan jati memanjakan mata siapa saja yang menyusurinya. “Kira-kira berjarak 300 meter dari pintu Goa,” kata Widji. Sementara untuk menuju pintu Goa cukup mudah. Jalan masuk menuju Goa Ngesong sekitar 200 meter selatan Balai Desa Pulosari yang berada di pinggir jalan raya jurusan Candi Arimbi – Wonosalam. Selanjutnya, bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor. Namun, bagi pengendara motor hanya mampu menempuh sekitar 200 meter. Selanjutnya, harus berjalan kaki menuruni jalan setapak agak curam sekitar 100 meter. Pintu goa Ngesong, tepat di seberang sungai yang memiliki potensi untuk olahraga arung jeram ini. Hingga saat ini, kata Widji, wana wisata Goa Ngesong, sudah dikunjungi oleh beberapa akademisi, dan pihak Kecamatan Bareng untuk dilakukan penggalian potensinya. “Sebelumnya, sudah dikunjungi dari Mahasiswa Untag dan Undar, untuk digali dan diteliti potensinya. Kami berharap, Pemkab Jombang atau pihak lain memberi perhatian, agar potensi wisata di Desa Pulosari bisa dikembangkan,” harap Widji. Sementara Sekretaris Desa Pulosari, Muchammad Nurul, berkomitmen agar potensi wisata di Desa Pulosari segera dikembangkan, seperti akses jalan dan fasilitas lainnya. “Kita masih menata piranti-piranti yang dibutuhkan. Agar konsep Pulosari sebagai desa wisata segera terealisasi,” katanya. Selain Kasun Pulosari Widji, dalam napak tilas tersebut, KabarJombang.com dipandu oleh Sekretaris Desa setempat Muchammad Nurul, Staf Pemerintahan Imam Suyono, Kasun Sumber Mulyo Suwandori, Danton Hansip Rohudi atau biasa disapa Taram. (rief) Ke Elokan Tersembunyi Goa Ngesong di Desa Pulosari Hari ini 5.307 pengunjung Website Desa Pulosari sejak 3 September 2015 sudah mewarnai duniya maya baik yang memberikan tanggapan komentar maupun sekedar melihat karya tulis maupun media informasi yang di buat PemDes Pulosari hari ini pula mulai berdatangan untuk membuktikan ke elokan panorama Desa Wisata Yang di gagas Desa Pulosari , Candi Arimbi yang indah dipandang dengan relip relipnya yang konon membawa mistis bagi penduduk pulosari,kehadiran goa atau Curukan Ngesong konon curukan yang berjumlah dua ini saling berhubungan dan keterkaitan ditambah kilau Grojokan Parang Ondo serta deretan Parang Dhowo yang sangat indah dan memanjakan mata kita tuk melihat, bagi pengunjung akan di dampingngi seorang pemandu sekaligus Danton Linmas Desa Pulosari yang santun (sebut saja Taram) mulai berdatangan dari kalangan wisatawan, pejabat, media, pelajar dan mahasiswa juga budayawan, semoga pulosari menjadi Desa Wisata alternatif kunjungan di kabupaten Jombang. BARENG, (kabarjombang.com) – Wana wisata alam nan elok, Goa Ngesong, yang berada di bukit antara Dusun Pulosari dan Sumbermulyo, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, merupakan potensi wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungia Wana wisata masih alami yang berada di selatan Candi Arimbi ini, menurut Kepala Dusun (Kasun) Pulosari, Widji, ditemukan warga saat mencari rumput untuk kebutuhan makan hewan ternaknya, belum lama ini. “Kalau berdasarkan karakter Goa, mungkin lebih pas dinamakan curukan, karena kurang besar,” katanya di lokasi Goa tersebut, Sabtu (19/12/2015). Uniknya, kondisi goa yang berada di aliran sungai Sumber Bengawan (Sumber Watumayung), di bawah Gunung Anjasmoro ini, menembus bukit, yakni bibir goa menghadap ke barat dan timur. “Makanya dinamakan Ngesong, bahasa Jawa yang artinya tembus. Sayangnya, goa yang menghadap ke barat ditutup batu besar,” papar Widji. Konon, lanjutnya, goa tersebut merupakan sarang kirik (anjing) kikik, yakni hewan pemangsa manusia, dan digunakan hal-hal mistis. Agar anjing tersebut tidak keluar, sekitar kedalaman 4 meter dari bibir goa yang menghadap ke barat tersebut, ditutup dengan sebongkah batu besar oleh seorang yang sakti mandraguna. Hinggi kini, batu tersebut masih tampak menonjol diantara dinding goa. Sementara pintu Goa Ngesong, diyakini berada di bagian barat atau menghadap ke timur. Posisi ini berlawanan dengan pintu Candi Arimbi yang menghadap ke barat. “Konon, posisi ini melambangkan bentuk syukur orang-orang terdahulu. Secara geologi, kemungkinan besar goa ini ada kaitannya dengan Candi Arimbi,” paparnya. Untuk mencapai goa yang tertutup oleh batu besar dari pintu Goa Ngesong, hanya bisa ditempuh memutar menyusuri bibir sungai dengan berjalan kaki. Namun, para pengunjung diharap ekstra hati-hati, sebab saat musim penghujan, jalanan tersebut licin. Letih menyusuri bibir sungai, seakan hilang oleh keelokan hamparan sawah terasiring. Ditambah, dengan eloknya Grojokan Parangondo. Gemericik airnya membawa pesona asri dan nyaman, khas pegunungan. Disamping itu, hamparan hutan jati memanjakan mata siapa saja yang menyusurinya. “Kira-kira berjarak 300 meter dari pintu Goa,” kata Widji. Sementara untuk menuju pintu Goa cukup mudah. Jalan masuk menuju Goa Ngesong sekitar 200 meter selatan Balai Desa Pulosari yang berada di pinggir jalan raya jurusan Candi Arimbi – Wonosalam. Selanjutnya, bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor. Namun, bagi pengendara motor hanya mampu menempuh sekitar 200 meter. Selanjutnya, harus berjalan kaki menuruni jalan setapak agak curam sekitar 100 meter. Pintu goa Ngesong, tepat di seberang sungai yang memiliki potensi untuk olahraga arung jeram ini. Hingga saat ini, kata Widji, wana wisata Goa Ngesong, sudah dikunjungi oleh beberapa akademisi, dan pihak Kecamatan Bareng untuk dilakukan penggalian potensinya. “Sebelumnya, sudah dikunjungi dari Mahasiswa Untag dan Undar, untuk digali dan diteliti potensinya. Kami berharap, Pemkab Jombang atau pihak lain memberi perhatian, agar potensi wisata di Desa Pulosari bisa dikembangkan,” harap Widji. Sementara Sekretaris Desa Pulosari, Muchammad Nurul, berkomitmen agar potensi wisata di Desa Pulosari segera dikembangkan, seperti akses jalan dan fasilitas lainnya. “Kita masih menata piranti-piranti yang dibutuhkan. Agar konsep Pulosari sebagai desa wisata segera terealisasi,” katanya. Selain Kasun Pulosari Widji, dalam napak tilas tersebut, KabarJombang.com dipandu oleh Sekretaris Desa setempat Muchammad Nurul, Staf Pemerintahan Imam Suyono, Kasun Sumber Mulyo Suwandori, Danton Hansip Rohudi atau biasa disapa Taram.

PARTISIPASI DESA PULOSARI DALAM BURSA INOVASI DESA DI KAPUPATEN JOMBANG

MEMBANGUN DESA MELALUI SISTEM INFORMASI DESA

Sabtu 30 Desember 2017 bertempat di gedung pertemuan Hotel Yusro kegiatan Bursa Inovasi Desa di laksanakan sebagai bagian  dari Desa yang ada di Kabupaten Jombang, Desa Pulosari melalui Inovasi yang selama ini sudah di laksanakan yaitu SIP MAS TERPADU Sistem Informasi Masyarakat Terpadu adalah sebuah pemanfaatan pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID) yang dikembangkan oleh Desa Pulosari.

Kehadiran SID yang di kembangkan desa Pulosari ini kembali mendapatkan apresiasi dari Bapak Bupati Jombang Dr. Ec. H. Nyono Suharli Wihandoko dimana pada tahun sebelumnya telah dilksanakal Louncing SID di Desa Pulosari kehadiran beliau di stand desa Pulosari dengan tema “MEMBANGUN DESA MELALUI SISTEM INFORMASI DESA” tertarik dengan tampilan akuntabilitas Publik APBDes yang di tampilkan selain pemanfaatan untuk layanan surat menyurat ,Setatistik Desa dan Produk Desa.

Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di Desa-Desa di lingkup Kabupaten Jombag. Bursa Inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten.

Adapun maksud pelaksanaan Bursa Inovasi Desa yaitu untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau altenatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan dan inovatif.

Sedangkan kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa yakni kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa.

Tujuan dari Bursa Inovasi Desa, antara lain sebagai berikut:

Mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) secara umum, serta Program Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa secara khusus.

Menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku program di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

Memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan.

Membagi kegiatan inovasi yang telah di dokumentasikan dalam bentuk video maupun tulisan.

Membangun komitmen replikasi.

Menjaring inovasi yang belum terdokumentasi.

Membagi informasi Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT)

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap seluruh desa bisa kreatif dan inovatif. Hal ini untuk meningkat perekonomian dan insfrastruktur dari bawah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang, Darmaji, mengatakan untuk mewujudkan desa mandiri dan inovatif maka pihaknya mengadakan Bursa Inovasi Desa 2017.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi perwakilan desa yang bingung mengembangkan potensi desanya masing-masing.

“Kita berharap setiap desa yang ada di Jombang punya ciri khas masing dan bisa mengembangkan potensi yang ada,” katanya,

Pada bursa inovasi desa, kata Darmaji, juga ditampilkan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Produk tersebut berasal dari inovasi desa di Jombang dan dikenalkan ke masyarakat luas, melalui bursa ini. Selain itu, inovasi bursa desa juga dilaksanakan sebagai ajang transfer ilmu.

“Disini ada aneka produk unggulan maupun inovasi dari 15 desa dari beberapa kecamatan di Jombang seperti Bareng, Ngoro, Gudo, Ngusikan, Kesamben, Wonosalam, Tembelang dan Plandaan. Mulai dari makanan olahan, kerajinan, teknologi tepat guna, hingga produk seni.

Masih kata Darmaji, antusias masyarakat Jombang cukup tinggi dalam kegiatan ini. Tingkat kehadiran peserta dari setiap desa yang diundang mencapai 90 persen.

“Inovasi yang kita maksud yaitu inovasi sumber daya manusia, ekonomi, insfrastruktur. Ini penting karena perkembangan teknologi dan informasi sudah mulai merambah di kawasan pedesaan, sehingga para pegiat ekonomi kecil dan menengah juga banyak yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut.

SINAU BARENG WEBSITE DESA

Pulosari, 10 Pebruari 2022 bertempat di gedung aulla desa pulosari pelaksanaan kegiatan sinau bareng aplikasi sabdopalon dibuka oleh Kepala Desa Pulosari  (Nefi Ufus Solikah) Tepat pukul 9.00 Wib dalam sambutan singkatnya menyampaikan selamat datang di desa pulosari dan mempersilahkan belajar bersama dalamrangka peningkatan SDM Perangkat Desa menyongsong digitalisasi desa. Selanjutnya hadir langsung Camat Bareng  (USMAN, S.E., M.Si) selaku pembina yang berkomitmen untuk mendorong pelaksanaan aplikasi sabdopalon dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang cepat tepat akurat dan murah selain memberikan bentuk transparansi pengelolaan anggaran desa kepada masyarakat selain itu juga berharap semua desa bisa melaksanakan aplikasi dan layanan desa melalui anjungan digital desa.

Kegiatan di ikuti 13 desa dengan peserta sejumlah 28 orang ditambah 4 pendamping desa, narasumber dari DPMD Kabupaten Jombang selaku pengembang aplikasi sabdopalan kegiatan diawali pengenalan aplikasi sabdopalon fitur dan menu yang ada di aplikasi, Dalam rangka mewujudkan Smart City, Pemerintah Kabupaten Jombang mengembangkan sebuah aplikasi E-Office Desa yang diberi nama ‘Sabdopalon’ (Sistem Administrasi, Berita, Data Deso dan Pelayanan Online), yang bisa di akses melalui www.sabdopalon. jombangkab.go.id, ‘Sabdopalon’ adalah sebuah sistem terintegrasi berbasis data kependudukan yang bersumber dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jombang serta Keuangan Desa (Siskeudes)

Layanan ini, mengintegrasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial Jombang dan Data Keluarga berdasarkan pendataan oleh PPKB – PPPA Jombang. Sehingga, diharapkan hal ini dapat memperkuat penanganan kesejahteraan sosial di Kabupaten Jombang, baik Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa, Selanjutnya kegiatan belajar bareng dipandu langsung oleh narasumber untuk mengisi vitur vitur di aplikasi maupun konten berita desa, trasparansi anggaran, Profil Desa, Produk hukum danlain lain.

FISTIFAL ARIMBI BERCERITA

Pulosari Jumat, 25 Maret 2022 Hadir dalam kegiatan Kirap Budaya dan Pembukaan Festival Arimbi Bercerita,Wakil Bupati Jombang Bpk.Sumrambah S.t.M.a.p,Camat Bareng Bpk Usman S.E.Msi,Danramil 0814/16 Bareng yang di wakilkan Pelda Hermawan,Kapolsek Bareng AKP Nanang Sujianto SH,Kepala desa Pulosari dan perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Undangan.

Gelaran Kirap Budaya dan Pembukaan Festival Arimbi Bercerita berada di komplek Candi Arimbi dan bertempat di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, kegiatan ini diikuti oleh warga masyarakat Desa Pulosari dari 23 RT.

Dalam pembukaan Arimbi Bercerita, Wakil Bupati Jombang Sumrambah mengatakan “Bahwa candi Arimbi ini sebuah sejarah, ini adalah bukti otentik terhadap kebesaran bangsa kita. Kalau menurut BPCB Jawa Timur, bahwa candi Arimbi dibangun di kisaran tahun 1.300. artinya 700 ratus tahun silam disini sudah ada kehidupan yang luar biasa,”

Candi Arimbi, sebagian mengartikan bahwa ini adalah simbolisasi dari ‘Tribuana Tunggal Dewi’. Beliau merupakan tokoh perempuan yang luar biasa di Kerajaan Majapahit kala itu, yang meletakkan dasar kebesaran Majapahit hingga akhirnya bisa menyatukan Nusantara.
“Sebab itu kita berharap festival Arimbi Bercerita ini bukan sekedar pameran ingin ramai, bukan sekedar karnaval, tapi kita bisa mengambil ruh nya atau tentang ruh kebesaran bangsa kita dan kejayaan Majapahit,” jelasnya.

Lanjut Wabup, harapan besar masyarakat agar termotivasi untuk mengembalikan kejayaan & kebesaran tersebut.
“Ini harus kita lakukan bersama, tidak hanya terjadi di tahun ini saja, namun kalau bisa seterusnya ada festival tahunan dari Arimbi Bercerita. Kalau ini Istiqomah ini bukan sekedar menguatkan sisi budaya tapi juga menguatkan sisi ekonomi masyarakat,” tuturnya.

ia menyampaikan sangat berterima kasih kepada pemerintah desa pulosari kecamatan bareng, dan seluruh elemen masyarakat pulosari.
“Insyaallah semoga ini akan membawa ketentraman bagi kita semua. Tujuannya agar kita bisa melakukan sesuatu demi bangsa dan negara kita,” pungkasnya.

Dalam pagelaran festival ini, peserta membawa arak-arakan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur dan pagelaran seni budaya dengan menggunakan kostum pewayangan dan ratu khas kerajaan zaman dulu. Para sesepuh biasa menyebut itu sebagai pusaka asli dari desa ini.

Untuk diketahui, Festival Arimbi Bercerita sendiri akan digelar mulai tanggal 25 – 28 Maret 2022. Selama kegiatan berlangsung, beberapa agenda digelar mulai dari pameran pusaka hingga workshop pengembangan kebudayaan.