Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Darussalam Desa Pulosari Berlangsung Khidmat

Pulosari – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Darussalam Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sejak pagi hari, masyarakat Desa Pulosari telah memadati halaman dan area sekitar masjid untuk menunaikan sholat Idul Fitri secara berjamaah.

Sholat Idul Fitri dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dan diikuti oleh ratusan jamaah yang terdiri dari masyarakat Desa Pulosari serta warga dari dusun-dusun sekitar. Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur terlihat dari antusiasme masyarakat yang hadir bersama keluarga untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri diawali dengan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema di area Masjid Darussalam. Setelah pelaksanaan sholat dua rakaat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri yang berisi pesan-pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Pulosari bersama takmir Masjid Darussalam turut hadir dan mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam membangun Desa Pulosari yang lebih maju dan sejahtera.

Setelah rangkaian ibadah selesai, masyarakat saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai wujud mempererat tali silaturahmi antarwarga. Momentum Hari Raya Idul Fitri ini diharapkan dapat semakin memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Desa Pulosari.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Darussalam Desa Pulosari tahun ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar serta menjadi momen kebersamaan yang penuh makna bagi seluruh masyarakat.

PEMERINTAH DESA PULOSARI MELAKSANAKAN PUBLIKASI LAPORAN REALISASI APBDesa TAHUN ANGGARAN 2025

Pulosari – Pemerintah Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang melaksanakan kegiatan penyampaian dan publikasi Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Pulosari dengan melibatkan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur masyarakat. Penyampaian laporan ini merupakan kewajiban pemerintah desa sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan desa, sekaligus sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa seluruh pendapatan desa yang bersumber dari Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), bagi hasil pajak dan retribusi daerah, serta sumber pendapatan lain yang sah telah dikelola dan direalisasikan untuk berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Pulosari selama Tahun Anggaran 2025.

Beberapa program yang telah dilaksanakan antara lain pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana desa, kegiatan pemberdayaan masyarakat, pelayanan pemerintahan desa, serta kegiatan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Pulosari menyampaikan bahwa publikasi laporan realisasi APBDesa ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Desa dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Melalui penyampaian laporan ini, masyarakat dapat mengetahui secara langsung penggunaan anggaran desa sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Pemerintah Desa Pulosari berharap dengan adanya keterbukaan informasi mengenai realisasi anggaran ini, masyarakat dapat bersama-sama mengawal dan mendukung program pembangunan desa agar ke depan Desa Pulosari semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Kado Akhir Tahun Purbaya Untuk Desa….!

Selama dua bulan terakhir, para kepala desa dan perangkat desa  diliputi kecemasan dan tanda tanya besar mengenai pencairan Dana Desa Tahap II Tahun 2025. Ketidakpastian itu akhirnya terjawab hari ini, setelah beredar salinan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 yang mengatur penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025. PMK tersebut tertanggal 19 November 2025 yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Penerbitan PMK 81/2025 ini segera menuai sorotan tajam dan protes dari berbagai kalangan, terutama para perangkat dan kepala desa di seluruh Indonesia. Aturan yang dinilai terbit mendadak dan tanpa sosialisasi yang memadai ini dikhawatirkan akan menghambat pencairan Dana Desa Tahap II yang krusial, terutama bagi desa yang belum menyelesaikan proses pembentukan koperasi.

Beberapa Kepala Desa menyoroti bahwa keterlambatan atau kegagalan pencairan Dana Desa dapat mengganggu pembayaran hak-hak masyarakat yang dianggarkan dalam APBDes, seperti honor kader Posyandu, guru mengaji, dan bidang Pemberdayaan lainnya. Selain itu, terdapat kekhawatiran terkait potensi Dana Desa yang tidak tersalurkan dan dialihkan untuk prioritas pemerintah lain, atau bahkan menjadi sisa Dana Desa di Rekening Kas Umum Negara (RKUN) dan hangus.

Pihak Kementerian Keuangan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan Dana Desa memiliki dampak yang lebih besar dan terstruktur pada ekonomi desa, dengan KDMP/KKMP diharapkan menjadi pilar utama dalam pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro di tingkat desa.

Salah satu pasal yang paling krusial dalam PMK 81 ini adalah Pasal 29B, yang secara langsung mengatur mekanisme penundaan bahkan pembatalan penyaluran Dana Desa Tahap II tahun 2025.

Dalam ketentuan di pasal tersebut dinyatakan bahwa desa yang belum melengkapi seluruh persyaratan pencairan Dana Desa Tahap II hingga tanggal 17 September 2025 akan mengalami penundaan penyaluran. Penundaan ini mencakup dua kategori Dana Desa, yaitu Dana Desa yang ditentukan penggunaannya (earmark), dan Dana Desa yang tidak ditentukan penggunaannya (non earmark. Dana Desa yang earmark di antaranya adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, program penanganan stunting, dan program ketahanan pangan. Sedangkan Dana Desa yang non earmark biasanya untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih fleksibel penggunaannya.

Dana Desa earmark masih dapat dicairkan kembali asalkan desa segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas akhir penyaluran. Adapun Dana Desa non-earmark dipastikan tidak akan disalurkan kembali, meskipun desa melengkapi berkasnya setelah tanggal tersebut. Dengan kata lain, dana tersebut hangus bagi desa.

Dana non-earmark yang hangus tersebut selanjutnya akan digunakan pemerintah pusat untuk program prioritas nasional atau kepentingan pengendalian fiskal, yang penggunaannya ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan. Bila sampai akhir tahun anggaran dana tersebut tidak terpakai, maka dana itu menjadi sisa Dana Desa di RKUN dan tidak akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Munculnya PMK 81/2025 ini mengejutkan, dan seolah menjadi pil pahit bagi  banyak pemerintah desa, terutama yang Dana Desa tahap duanya belum cair. Regulasi ini membuat sejumlah program yang sudah direncanakan — bahkan ada yang sudah terlaksana — terancam batal karena sumber dananya tidak lagi tersedia. Banyak desa kini kelimpungan mengevaluasi kembali APBDes yang telah disusun.

Situasi ini menjadi semakin berat karena bersamaan dengan isu lain: rencana pemerintah memotong 2/3 Dana Desa tahun 2026 untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Jika rencana itu berjalan, ruang fiskal desa pada tahun mendatang akan semakin menyempit.

Suasana Khidmat dan Penuh Kebersamaan Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Darusalam, Desa Pulosari

Pulosari, 17 Juni 2024 – Ratusan jamaah memadati Masjid Darusalam di Desa Pulosari pagi ini untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1445 H. Sejak pukul 05.30 WIB, warga dari berbagai dusun di sekitar Pulosari mulai berdatangan dengan mengenakan pakaian terbaik mereka, menciptakan pemandangan yang khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Cuaca cerah turut mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah. Tak hanya di dalam masjid, halaman dan jalanan sekitar Masjid Darusalam pun dipenuhi oleh jamaah yang membawa sajadah masing-masing. Panitia terlihat sigap mengatur lalu lintas dan memberikan arahan agar semua berjalan tertib.

Sholat dimulai tepat pukul 06.00 WIB dan dipimpin oleh Ustadz H. Ahmad Syafii Arif, yang juga menyampaikan khutbah bertemakan “Makna Pengorbanan dan Kepedulian Sosial dalam Idul Adha.” Dalam khutbahnya, beliau mengajak umat Islam untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan kepatuhan Nabi Ismail AS sebagai bentuk kepasrahan kepada Allah SWT, serta mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama yang membutuhkan.

Setelah sholat, panitia kurban mengumumkan bahwa tahun ini Masjid Darusalam menerima 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing dari warga setempat. Proses penyembelihan dilakukan di area belakang masjid, dan daging kurban akan didistribusikan kepada masyarakat Desa Pulosari dan sekitarnya, khususnya yang kurang mampu.

Suasana kebersamaan, semangat gotong royong, dan kehangatan antarwarga sangat terasa di hari raya ini. Sholat Idul Adha di Masjid Darusalam tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi dan solidaritas di tengah masyarakat.

Desa Pulosari Gelar Musdes Khusus Pembentukan Koperasi Desa “Merah Putih”

Pulosari – Pemerintah Desa Pulosari menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Khusus dalam rangka pembentukan Koperasi Desa “Merah Putih” pada [tanggal kegiatan, jika ada]. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme di Balai Desa Pulosari.

Musdes dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan, Pendamping Desa, tokoh masyarakat, dan unsur kelembagaan desa lainnya. Kehadiran para pihak tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif desa dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui wadah koperasi.

Dalam musyawarah ini, secara mufakat dibentuk struktur kepengurusan Koperasi Desa “Merah Putih”, dengan susunan sebagai berikut:

  • Ketua: Muhammad Ali

  • Wakil Ketua Bidang Usaha: Siti Nur Fathonatul Choiroh

  • Wakil Ketua Bidang Anggota: Ellisabeth Yulianti

  • Sekretaris: Nia Sri Rahayu

  • Bendahara: Diana Ayu Wardani

Sementara itu, untuk bidang pengawasan, telah dipilih:

  • Ketua Pengawas: Nefi Ufus Solikah

  • Anggota Pengawas: Mustain, S.Ag dan Miftachudin

Pembentukan Koperasi Desa ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya dalam sektor ekonomi produktif berbasis potensi lokal. Pemerintah Desa Pulosari berharap koperasi ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha bersama secara berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan berita acara sebagai bentuk legalitas pembentukan koperasi.

Sukses Gelar Musda, Sugianto Terpilih Pimpin PPDI Kabupaten Jombang

Jombang – Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Jombang berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan. Acara yang digelar di Kecamatan Peterongan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat solidaritas serta profesionalisme perangkat desa di wilayah Jombang.

Dalam Musda tersebut, Sugianto, Sekretaris Desa Jatiganggong, Kecamatan Perak, resmi terpilih sebagai Ketua PPDI Kabupaten Jombang untuk periode mendatang. Terpilihnya Sugianto diharapkan membawa angin segar dan semangat baru dalam memperjuangkan aspirasi serta meningkatkan kapasitas perangkat desa di Kabupaten Jombang.

Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang menunjukkan dukungan penuh terhadap peran strategis perangkat desa. Di antaranya adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, Shollahuddin Hadi Sucipto, S.STP., M.Si, serta Camat Peterongan, Mohammad Eryk Arif, S.STP., M.M, yang juga bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.

Tak hanya itu, kehadiran Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, H. Sutoyo Muslih, serta Ketua PPDI dari Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, dan Lamongan, menambah semarak dan kekuatan solidaritas antarwilayah. Mereka memberikan sambutan dan pesan dukungan agar PPDI Jombang di bawah kepemimpinan baru dapat lebih progresif dan inklusif.

Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Jombang berlangsung sukses dengan dihadiri oleh perwakilan dari 18 kecamatan dari total 21 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Jombang. Kegiatan ini tercatat diikuti oleh 227 peserta yang terdiri dari perangkat desa aktif dan unsur organisasi PPDI.

Musda ini digelar sebagai bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi program kerja sebelumnya serta penyusunan rencana strategis ke depan. Antusiasme peserta tampak dari tingginya angka kehadiran yang menunjukkan komitmen dan solidaritas perangkat desa dalam membangun organisasi yang kuat dan profesional.

Ketua panitia pelaksana menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para peserta dan berharap hasil Musda kali ini dapat membawa arah baru bagi penguatan peran perangkat desa dalam pembangunan desa dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan selesainya rangkaian Musda ini, diharapkan PPDI Jombang di bawah nahkoda Sugianto mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

Tradisi Lebaran Ketupat, Wujud Syukur dan Silaturahmi di Hari Ketujuh Idulfitri

Pulosari — Tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri, masyarakat Desa Pulosari kembali memeriahkan tradisi tahunan yang dikenal dengan Lebaran Ketupat. Tradisi ini menjadi momen istimewa yang sarat makna, sebagai bentuk rasa syukur setelah menyelesaikan puasa sunah enam hari di bulan Syawal, sekaligus ajang silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Sejak pagi hari, suasana di Desa Pulosari tampak berbeda. Warga mulai berdatangan ke balai desa dan rumah-rumah kerabat sambil membawa aneka hidangan khas lebaran, seperti ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, dan sayur lodeh. Hidangan ini kemudian disantap bersama dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan.

Tak hanya itu, kegiatan Lebaran Ketupat juga diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, serta kegiatan sosial seperti berbagi makanan kepada tetangga yang membutuhkan. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan tradisional, sementara para orang tua saling bermaaf-maafan dan mempererat kembali tali persaudaraan.

Menurut Kepala Desa Pulosari, tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal. “Lebaran Ketupat bukan hanya soal makanan, tapi juga tentang menjaga nilai kebersamaan dan syukur atas berkah yang telah diberikan,” ujarnya.

Dengan tetap menjunjung nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal, masyarakat Desa Pulosari berhasil mempertahankan tradisi Lebaran Ketupat sebagai simbol harmoni dan pelestarian kearifan lokal yang patut dijaga.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Desa Pulosari Berjalan Khidmat

Pulosari,31 Maret 2025 – Umat Muslim di Desa Pulosari melaksanakan Sholat Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan pada pagi hari ini. Ratusan jamaah memadati Masjid desa yang dijadikan lokasi utama pelaksanaan sholat, menciptakan suasana yang sakral dan penuh kebahagiaan.

Sejak subuh, warga telah berdatangan dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Takbir berkumandang dari berbagai penjuru, menambah syahdu suasana perayaan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.

Sholat Idul Fitri dimulai pada pukul 0.6 Wib dan dipimpin oleh Ustadz Sholikin Rusli sebagai imam serta khatib. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Kepala Desa Pulosari, Nefi Ufus Sholikah, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran dan kekhidmatan pelaksanaan sholat tahun ini. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia yang telah memastikan acara berjalan tertib dan lancar.

Setelah sholat, jamaah saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan, mempererat tali silaturahmi di antara sesama warga. Momen ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Idul Fitri yang penuh makna.

Dengan suasana yang damai dan penuh kebersamaan, perayaan Idul Fitri di Desa Pulosari tahun ini berlangsung dengan sukses. Semoga kebahagiaan dan keberkahan terus menyertai seluruh masyarakat.

Pemerintah Desa Pulosari Gelar Musyawarah Desa Khusus Penyesuaian Anggaran Ketahanan Pangan untuk Penyertaan Modal BUMDes Sari Artha

Pulosari, 7 Maret 2025 – Pemerintah Desa Pulosari menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Khusus untuk membahas penyesuaian anggaran ketahanan pangan guna penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sari Artha. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Pulosari ini dihadiri oleh Camat Bareng, Kepala Desa, perangkat desa, anggota BUMDes, serta warga yang terlibat langsung dalam program ketahanan pangan desa.

Musyawarah desa khusus ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pengalokasian anggaran yang akan digunakan untuk memperkuat ketahanan pangan di desa, sekaligus memberikan modal tambahan yang diperlukan bagi BUMDes Sari Artha untuk menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Pulosari, dalam sambutannya, mengungkapkan pentingnya peran BUMDes dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian desa. “Dengan penyesuaian anggaran ini, kami berharap BUMDes Sari Artha dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, terutama dalam penyediaan bahan pangan yang berkualitas dan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Selain itu, dalam musyawarah ini juga dilakukan diskusi terkait perencanaan dan penggunaan anggaran yang lebih efisien, guna meningkatkan efektivitas program ketahanan pangan yang sudah berjalan. Para peserta musdes memberikan berbagai masukan, termasuk terkait dengan pemilihan komoditas pangan yang akan dikelola oleh BUMDes serta mekanisme distribusinya ke masyarakat.

Penyertaan modal BUMDes Sari Artha diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan ketahanan pangan yang berkelanjutan serta membuka peluang usaha baru bagi warga desa. Diharapkan, dengan adanya tambahan modal ini, BUMDes dapat mengoptimalkan operasionalnya dalam menyediakan kebutuhan pokok dan memperkenalkan inovasi baru yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya Musdes Khusus ini, Pemerintah Desa Pulosari menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi desa melalui program-program yang berfokus pada ketahanan pangan dan pengembangan BUMDes.

 

Musyawarah Desa Maju dan Sejahtera (Mantra Desa) dalam Upaya Mewujudkan Visi dan Misi Bupati Terpilih untuk Anggaran Tahun 2026

Berita Desa Pulosari: Musyawarah Desa Maju dan Sejahtera (Mantra Desa) dalam Upaya Mewujudkan Visi dan Misi Bupati Terpilih untuk Anggaran Tahun 2026

Pulosari, 5 Februari 2025 – Desa Pulosari baru saja melaksanakan kegiatan Musyawarah Desa Maju dan Sejahtera (Mantra Desa) yang bertujuan untuk menyusun rencana program dan kegiatan guna mewujudkan visi dan misi Bupati terpilih dalam penggunaan anggaran tahun 2026.

Acara yang digelar di balai desa Pulosari ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, perangkat desa, serta perwakilan dari kecamatan setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Pulosari, Ibu Nefi Ufus Solikah, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam merumuskan berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan desa serta mendukung visi besar Bupati terpilih.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kita untuk ikut serta dalam proses pembangunan yang lebih baik. Anggaran 2026 adalah momentum penting untuk mewujudkan berbagai program yang telah dijanjikan oleh Bupati terpilih, dan kami di Desa Pulosari siap untuk berkolaborasi demi kemajuan bersama,” ujar Kepala Desa Pulosari.

Acara ini dimulai dengan pemaparan tentang visi dan misi Bupati terpilih yang mencakup peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Para peserta kemudian membahas berbagai usulan dan prioritas yang dapat dilaksanakan di tingkat desa sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui Mantra Desa ini, masyarakat Pulosari diharapkan dapat memberikan masukan terkait dengan program yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari mereka, seperti pembangunan jalan desa, penyediaan fasilitas kesehatan, hingga pengembangan potensi pertanian dan UMKM.

“Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menyampaikan aspirasi, agar program yang ada bisa benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan desa,” ujar Ibu Siti Sari, salah seorang warga yang turut aktif dalam diskusi.

Sebagai penutupan, Kepala Desa menegaskan bahwa hasil dari musyawarah ini akan segera disusun menjadi sebuah rencana aksi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah untuk dipertimbangkan dalam anggaran tahun 2026. Desa Pulosari berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam merencanakan pembangunan yang berbasis pada kebutuhan dan partisipasi masyarakat.

Dengan terlaksananya Musyawarah Desa Maju dan Sejahtera (Mantra Desa) ini, diharapkan Desa Pulosari akan semakin maju dan sejahtera, serta dapat mewujudkan harapan besar masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah menuju tahun 2026.

Pulosari – Berita Desa Pulosari, 7 Februari 2025