Pulosari – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jawa Timur) Kelompok 31 Sandika Sahakara melaksanakan program kerja bertajuk Pemanfaatan Hasil Bumi Tebu Menjadi Gummy Tebu di Rumah Ibu Ima, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan hasil bumi lokal guna meningkatkan nilai tambah komoditas tebu sebagai salah satu potensi unggulan desa.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu pengajian, pelaku UMKM, perangkat desa, dan masyarakat Desa Pulosari yang antusias mengikuti pelatihan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan inovasi pengolahan sari tebu menjadi gummy tebu, produk pangan modern yang tidak hanya memiliki cita rasa menarik, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Program kerja ini disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan identifikasi potensi Desa Pulosari yang memiliki produksi tebu cukup melimpah. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa berupaya memperkenalkan alternatif pemanfaatan tebu yang selama ini lebih banyak diolah menjadi gula, sehingga memiliki nilai tambah serta daya saing yang lebih tinggi.
Selama pelatihan, peserta memperoleh edukasi mengenai proses pembuatan gummy tebu berbahan dasar sari tebu, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan yang higienis, proses pencetakan, hingga pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual. Mahasiswa juga memberikan wawasan mengenai peluang pemasaran serta pengembangan produk sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal.

Salah satu perwakilan Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 31 Sandika Sahakara Bagas Ludiyatno, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat terhadap berbagai inovasi pengolahan hasil pertanian yang memiliki prospek ekonomi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan bahwa tebu tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku gula, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih inovatif seperti gummy bear. Harapannya, masyarakat dapat melihat potensi ini sebagai peluang usaha yang mampu meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus menambah pendapatan keluarga,” ungkapnya. Sementara itu, Ibu Ainun selaku warga Desa Pulosari mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut. Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan mahasiswa memberikan pengalaman baru yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami jadi mengetahui bahwa tebu bisa diolah menjadi makanan yang unik dan disukai berbagai kalangan. Semoga ke depannya inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga menjadi produk khas Desa Pulosari yang memiliki nilai jual,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan gummy bear, sehingga memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara mandiri maupun dikembangkan menjadi usaha rumah tangga.

Melalui program tersebut, Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 31 menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang berangkat dari potensi lokal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Diharapkan, inovasi pengolahan tebu menjadi gummy tebu mampu menjadi inspirasi dalam mengembangkan produk unggulan Desa Pulosari sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.








